Selasa, 07 Januari 2014

Perbandingan Server HP ProLiant DL380pG8-120 dan FUJITSU Primergy RX300 S7M


FUJITSU Primergy RX300 S7M

Spesifikasi

Platform
Dual CPU Rack Server 
Processor Type
Intel Xeon Processor 
#1 Processor Onboard
Intel® Xeon® Processor E5-2630 (15M Cache, 2.30 GHz, 7.20 GT/s Intel® QPI) 
Chipset
Intel® C600 Series Chipset 
Standard Memory
·         16GB (2x 8GB) DDR3-1600 ECC RDIMM  

Max. Memory
768 GB (24 DIMMs) 
#1 Controller
·         Intel® Ethernet Controller I350  

#1 Hard Drive
·         300GB SAS 10k HDD 2.5" HotPlug  

#2 Hard Drive
Optional 
#3 Hard Drive
Optional 
#1 Optical Drive
DVD±RW 
Standard Bays
·         16x 2.5" SAS  

Slot Provided
·         5x PCI-Express 3.0 x8, 2x PCI-Express 3.0 x16, 1x PCIe  

Networking
Integrated Two Gigabit Ethernet (10/100/1000 Mbps) ports 
Chassis Form Factor
2U Rackmount Chassis 
Power Supply Type
·         800W  

Keyboard Type
Optional 
Input Device Type
Optional 
Monitor
Optional 
O/S Provided
Pre-sales Request Available 
Dimensions (W x H x D)
445 x 86.9 x 770 mm 
Weight
up to 25kg 
Standard Warranty
3-year Limited Warranty by Authorized Distributor 

Harga
Rp 55,624,800

HP ProLiant DL380pG8-120

Platform
Dual CPU Rack Server 
Processor Type
Intel Xeon Processor 
#1 Processor Onboard
Intel® Xeon® Six Core Processor E5-2620 (15M Cache, 2.00 GHz, 7.20 GT/s Intel® QPI) 
Chipset
Intel® C600 Chipset 
Standard Memory
·         16GB (4x 4GB) RDIMM DDR3-1333  

Max. Memory
768 GB (24 DIMMs) 
Video Type
Integrated Matrox G200 
#1 Controller
·         HP Smart Array P420i 1GB Cache, RAID 0/1/1+0/5/5+0/6/6+0  

#1 Hard Drive
Optional 
#2 Hard Drive
Optional 
#3 Hard Drive
Optional 
#1 Optical Drive
Optional 
Standard Bays
·         8 SFF SAS/SATA HDD Bays  

Interface Provided
·         Front: (2) USB; Rear: (4) USB, video (1600 x 1200), network; Internal: (1) USB, (1) SD Card  

Slot Provided
·         Riser 1 : (1) x16 FL/FH; (1) x8 HL/FH; (1) x4 (PCIe 2.0) HL/FH  
·         Riser 2 : (1) x16 FL/FH; (1) x8 HL/FH; (1) x8 HL/FH; or (1) x16 FL/FH; (1) x16 HL/FH  

Networking
·         HP Ethernet 1Gb 4-port 331FLR Adapter  

Chassis Form Factor
2U Rackmount Chassis 
Power Supply Type
460w 
Keyboard Type
Optional 
Input Device Type
Optional 
Monitor
Optional 
System Management
HP iLO Management Engine (standard) 
O/S Provided
Pre-sales Request Available 
Dimensions (W x H x D)
·         SFF Drives : 44.55 x 8.73 x 69.85 mm  
·         LFF Drives : 44.55 x 8.73 x 74.93 mm  

Weight
Max : 27.66 kg, Min : 18.59 kg 
Standard Warranty
3-Years Warranty 4hour response, 24 hours x 7 day by HP Indonesia (3-Years Parts replacement, 3-Years Labor, 3-Years Onsite support) 

Harga

Rp 41,850,001

Kamis, 12 Desember 2013

Konfigurasi SSH


Secure Shell adalah sebuah protokol jaringan untuk komunikasi data yang aman, layanan remote shell atau perintah eksekusi dan layanan jaringan lainnya yang aman antara dua komputer jaringan yang terhubung melalui saluran aman walaupun melalui jaringan yang tidak aman: server dan klien (masing-masing menjalankan Server SSH dan program klien SSH. Spesifikasi protokol membedakan dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2


Dan ini adalah cara menginstalnya :

1. Instal via Ubuntu Software Centre




2. Instal via Terminal


 3. Mengkonfigurasi SSH


(Masuk ke direktori "etc/ssh/")



( Perintah mengeditnya seperti diatas ini )



( Inilah tampilan scriptnya, disini terdapat " Port 22 " kita ganti dengan port yang kita inginkan)

 ( Ini contoh punya saya)


Dan sekarang tinggal prose pengujiannya:


1. Instal PuTTy via Ubuntu Software Update



 2. Install PuTTy via Terminal

( Maaf ada notifnya "Rythmbox" XD )


Dan setelah terinstal, maka kamu dapat lihat di Menu>Applications



Dan disini kita mulai Meremote:


1. Buka PuTTy SSH Client





Masukan HostName lawannya (IP Addressnya) dan portnya


selamat mencoba!!

Konfigurasi Samba

Install Samba terlebih dahulu, berikut cara install lewat terminal. Ikuti langkah-langkah seperti dibawah :



Setelah proses instalasi selesai maka konfigurasi Samba secara GUI dapat diikuti langkah
sebagai berikut.
Buka aplikasi Samba, isikan password sebagai autentikasi root.
Klik tanda '+' pada halaman awal untuk memulai share file. Klik 'Browse' untuk memilih
directory yang akan dishare. Beri tanda centang pada 'Writable' untuk memperbolehkan
user lain mengedit directory yang dishare, beri tanda centang pada 'Visible' untuk
memperlihatkan directory yang dishare.



Langkah selanjutnya adalah menentukan access yang diperbolehkan pada directory yang
dishare. Pilih 'Allow access to everyone' untuk memperbolehkan semua user mengakses
share file.




Sekian Tutorial Konfigurasi Samba berikut, selamat mencoba sharing

Rabu, 11 Desember 2013

Konfigurasi Squid

Pertama install Squid3 menggunakan terminal, lalu ikuti seperti dibawah ini :

Buat blok.txt dengan format “# gedit blok.txt” (tanpa tanda kutip). Lalu masukkan situs yang ingin di Block, lalu Save dan Exit geditnya.

Buka Squid.conf seperti dibawah, saat di gedit cari kata Insert dengan menggunakan Ctrl+F lalu ketik seperti yang di blok di bawah ini, lokasinya harus dibawah “#http_access allow localnet”

Lalu cari lagi kata-kata Plugged lalu ketikkan lagi  yang di blok

Setelah selesai di Save dan Exit geditnya lalu restart di terminal dengan format “# sudo /etc/init.d/squid3 restart”

Lalu masuk internet pilih Edit > Preferences > lalu lakukan seperti dibawah ini :

Setelah itu sudah selesai proses memblok situs menggunakan Squid Proxy.






Rabu, 20 November 2013

Tutorial Konfigurasi MikroTik 5.20

  1.   Setelah memilih ukuran RAM, buat Network Adapter menjadi 3 dengan meng-klik “Add…” dan atur seperti dibawah:
  2.  Setelah selesai, Close > Finish









  3. 3.  Klik Add Network > buat VMnet 2 & 3 > hilangkan centang di VMnet 2 & 3 seperti gambar yang ketiga















    4. Lakukan Konfigurasi seperti ini untuk VMnet 2 & 3















    5. Lakukan seperti ini setelahnya, setelah masuk di Minimize dan buka Winbox :









































    6. Setelah masuk, tambah nama di Interface seperti ini :

    >      Ether1 : Ether-public
    >      Ether2 : Ether2-local
    >      Ether3 : Ether3-wifi














    7. Atur IP Address dengan klik ikon tambah :
    >   Ether 1 : 192.168.1.2/24
    >   Ether2 : 192.168.2.1/24
    >   Ether 3 : 192.168.3.1/24










    8. Tambahkan Gateway, 192.168.1.1









    9. Isikan DNS dengan angka seperti dibawah :













    10. Di New NAT Rule pastikan Out Interface nya ether1-public, di Action ganti Accept menjadi Masquerade











    11. Sampai di Hotspot setup ganti ether1-public menjadi ether3-wifi lalu di next saja sampai selesai seperti dibawah :















    12. Buat user baru dengan nama sesuka kalian, lalu lakukan seperti dibawah :














    13. Copy semua yang ada di packages lalu paste di bagian File List seperti dibawah :














    14. Atur Radius : 
















    15. Kembali ke Hotspot lalu buka Server Profile > pilih hsprof1 > centang Use Radius














    16. Masuk New Terminal, lalu ketik seperti dibawah :











    17. Atur NTP Client
















    18. Atur jam dan tanggal
















    19. Lakukan Login seperti dibawah:
    Ket :     Masukkan IP : 192.168.2.1/userman

    Login awal:      Login   : admin

                                Password : (dienter saja)
        Login Kedua:   Login   : login
                                 Password : Password











    20. Selesai lah sudah mengKonfigurasi nya